Jen DuL'e


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Th 2nd 0f 09

Foto saya
KuTha tamBank Kwe LoempuR, uJung oF jaVa, Indonesia
Aku ingin seperti Khadijah, seorang kekasih yang mencintai kekasihnya tanpa syarat. Juga memimpikan seperti Aisyah, seorang gadis yang cerdas bukan main. Mendambakan pula seperti Fatimah, seorang anak yang sangat berbakti. Dan lebih dari itu semua, aku hanya ingin, akan dan selalu menjadi diriku sendiri. Menjadi aku yang berharap untuk mencintai Allah melebihi apapun, siapa dan kapanpun bahkan cinta itu sendiri. Meski aku sadar, aku hanyalah yang tersusun oleh nafsu-nafsu manusiawi. Menjadi aku, yang bagaikan robot otomatis menurut tanpa ampun kepada As-Sunah dan Al-Qur'an. Jikalau dengan begitu belum cukup mampu membuatku mendekati kesempurnaan. Menjadi aku, yang menjabat sebagai budak dan pengikut setia Rasulullah saw. Walaupun aku tidak pernah bisa mengelak jika aku ini hanya seorang anak ingusan. Dari itu semua, mengertikah maka mengertilah, bahwa sesungguhnya aku belum atau tidak sanggup mengartikan aku.

in aNo TheR Weii

BuKand cuMa ngaKu CinTa

Cinta



Tuhan …
Saat aku mencintai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan …
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan …
Ketika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan …
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan …
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai adalah sangat berari
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya


Sabtu, 18 April 2009

Keberanian yg Memalukan

Tiga hari telah berlalu, seberlalunya hari ulang tahun Mimid yang ke-17 tahun. Sweet Seventeen!! Hutang janjiku untuk datang ke rumahnya, telah aku tebus seiring terkenangnya sore yang indah tadi. Kami pandangi langit yang berawan kapas dan berhias siratan rona sore jingga yang indah. Subhannallah, penuh pesona!! Sedikit aku bertengok ke arah timur, aku bercerita kepadanya tentang pengalamanku di gunung samar itu. Gunung penanggungan.

Diklat Scraf Madaspala periode 2008-2009, tinggal satu langkah lagi rampung. Aku telah berhasil melawan lelahku, aku mampu menjangkau diluar batas kemampuanku, dan tak aku sangka “aku bisa!” Perjalanan menuju puncak itu, jauh lebih indah, ketimbang berada di atas puncak. Melewati bebatuan yang terjal, bertahan dalam kehausan karena lelah, dan beban bukan hanya sekedar awak dan tas carier. Beban terberat dan terpenting (karena indah) adalah saudara. Aku telah dianggap saudara di Madaspala, meskipun tanpa ikatan darah sekalipun.

Aku telah berhasil mencapai puncak gunung hebat itu, wanita pertama bahkan. Tapi, itu bukan berati setelah menyanyikan lagu Indonesia raya dan madaspala, mengheningkan cipta dan resmi menjadi anggota tetap Madaspala, perjalanan telah usai. Justru itulah awal dari perjalanan yang sebenarnya. Bahkan Mega hampir tergulung-gulung karenanya, Irma (Jingga) muntah-muntah karena masuk angin. Karena itulah, meskipun perjalanan turun curam, badan remuk, kaki kaku-kaku, dan punggung seperti osteoporosis, aku tetap berjalan. Alasan yang sebenarnya, karena aku tidak tega, membebankan tas carierku kepada peserta laki-laki. Apakah setelah aku berhasil menaklukkan gunung, tanpa mengeluh, aku sudah kuat? Belum, tidak samasekali.

Minggu depan, adalah waktu liburanku. Seiring berakhirnya UTS (Ujian Akhir Sekolah) semester 2, berakhir pula masa jabatan Mbak Ifa. Semuanya serba sulit, sepulang sekolah, aku masih harus bekerja lagi. Gadis itu! Ya, aku sangat iba kepadanya. Seandainya, dia mau aku peluk, akan kupeluk dan aku tunjukkan kepadanya, betapa cinta Allah kepadanya!

Mungkin terlalu awam bagiku untuk menjadi guru. Tapi nilai tertinngiku selama bersekolah, adalah -bagiku- mampu mengamalkan dan menyebarkan ilmu itu. Aku telah bertekad untuk menjadi guru mengaji dengan mengikuti PG/PGI. Tapi, lebih dari itu, aku harus berani, karena aku telah berani melawan gunung. Awal bulan April kemarin, aku mengaji tartil di depan khayalak ibu-ibu, karena diundang pengajian tante Nia. Bukankah keberanian yang memalukan lebih baik, daripada pencundang yang tidak merasa berdosa?

Kemarin Jum'at, aku melihat darah. Program kerja Madaspala yang pertama di angkatanku. Donor Darah. Aku tak takut, justru yang aku khawatirkan sebentar lagi, cekung mengalami UNAS.

Semoga cekung lulus dengan nilai terbaik dan mendapat universitas yang terbaik, untuknya!

Tidak ada komentar:

kaTa ne sih ??

Orang bilang CINTA itu?



Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.


Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.

Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.


Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.


Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.


Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,

ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,

ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,

Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah,

karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.


Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.


Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,

Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.


Pada akhirnya.

Tuhan dalam segala hikmat-Nya,

meminta kita menunggu,

karena alasan yang penting.


Th 2nd

bRku RaNkLa SiSa iDup aKK


I made this widget at MyFlashFetish.com.

PoeNya KuP inK ??