Tiap nyawa –hidup atau tidak- pastilah memiliki rahasia. Untuk itulah pepatah sedalam-dalamnya lautan dapat diukur, namun isi hati orang siapa yang tahu? Tak terkecuali aku, kucing kecil yang sekali mengeong semua dalam genggaman cakarnya. Yang terkadang pula, menganggap dirinya lebih yang ter daripada yang lain. Padahal tak ubahnya, dengan kucing jalanan lainnya. Atau mungkin, kucing jalanlah yang semestinya menerima penghargaan itu. Galak, namun disitulah letak ketangguhannya.
Teman, masih adakah kesempatan untuk kucing polos ini ?
Kembali ke laptop !
Teman, tak bermaksud pelit!
Saksikan sendiri! Sekarang banyak orang telah mengakses blogku ini. Betapa malunya aku. Apalagi jika dia mengenaliku.
Teman, tidak tidakkah kau merasa bersalah?
Baru tadi pagi, saat di kantin bersama restuwa, aku menemukan dan mengakui satu bagian dalam diriku. Salah satu sifatku bisa dibilang juga kepribadianku. Inilah yang menjadi biang keladi seluruh penderitaanku dalam hidupku. Tertutup. Aku tak pernah bisa apalagi ahli dalam mengungkapkan perasaanku. Bagaimana bisa? Memahami gejolak dalam hatipun aku tak mampu. Jikaulah telah pasti apa yang akan terucap oleh bibir, maka akan ada satu ditambah satu juta alasan untuk tetap menggaung hanya dalam hati. Itulah aku! Bahagia hanya terlihat ekspresi menggebu-gebu oleh orang yang melihatnya. Sampai mereka pergi dengan jengkel, karena tak kunjung mereka tahu apa penyebabnya. Bila sedih, aku akan menyepi (sejenis bersemedi gitu …). Karena aku tak ingin terlihat cengeng dengan air mata yang mengalir sendu lewat kedua lipatan mataku. Sekali lagi, ingatlah, itulah aku! Begitu sulit untuk didekati dan bergengsi setingkat professor untuk mendekat. Namun tak usah heran, aku tak akan pernah bisa melepas pikiranku kepada mereka. Mereka yang telah mampu menyentuh hatiku!
Terlalu ada banyak wanita dengan segala embel-embelnya di atas tanah ini. Ada yang rupawan hingga bingung memilihnya, ada pula yang menunggu dengan berputus asa, ada juga yang rela menjual martabatnya demi makhluk bericon playboy, ada saja yang cueknya minta ampyun sampai tak sadar telah disobeknya sebuah hati dan ada yang tak menutup kemungkinan, yang menjaga harga diri mati-matian meski hampir mati. Bilang teman! Aku termasuk kategori yang mana?
Begitu sibuknya aku. Setiap minggu, ada les Bahasa Arab dan Bahasa Dayak ke Mbak Qima, mengajar les ke anak-anak blokku, tambahan ekstrakurikuler Bahasa Jepang dan Tata Busana, juga pengajian rutin. Tak lupa, perbulan, ulangtahun Nad, Citra & Atul, program kerja bulan bahasa, diklat scraf Madaspala, dan oia … 24 Februari. Naudzubillah, tak akan pernah!
Teman, bukannya dendam atau masih ada perasaan! Bukankah kau tahu, tak ada perayaan ulangtahun dalam Islam?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar