Jen DuL'e


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Th 2nd 0f 09

Foto saya
KuTha tamBank Kwe LoempuR, uJung oF jaVa, Indonesia
Aku ingin seperti Khadijah, seorang kekasih yang mencintai kekasihnya tanpa syarat. Juga memimpikan seperti Aisyah, seorang gadis yang cerdas bukan main. Mendambakan pula seperti Fatimah, seorang anak yang sangat berbakti. Dan lebih dari itu semua, aku hanya ingin, akan dan selalu menjadi diriku sendiri. Menjadi aku yang berharap untuk mencintai Allah melebihi apapun, siapa dan kapanpun bahkan cinta itu sendiri. Meski aku sadar, aku hanyalah yang tersusun oleh nafsu-nafsu manusiawi. Menjadi aku, yang bagaikan robot otomatis menurut tanpa ampun kepada As-Sunah dan Al-Qur'an. Jikalau dengan begitu belum cukup mampu membuatku mendekati kesempurnaan. Menjadi aku, yang menjabat sebagai budak dan pengikut setia Rasulullah saw. Walaupun aku tidak pernah bisa mengelak jika aku ini hanya seorang anak ingusan. Dari itu semua, mengertikah maka mengertilah, bahwa sesungguhnya aku belum atau tidak sanggup mengartikan aku.

in aNo TheR Weii

BuKand cuMa ngaKu CinTa

Cinta



Tuhan …
Saat aku mencintai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan …
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan …
Ketika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan …
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan …
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai adalah sangat berari
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya


Sabtu, 14 Februari 2009

Meong

Tiap nyawa –hidup atau tidak- pastilah memiliki rahasia. Untuk itulah pepatah sedalam-dalamnya lautan dapat diukur, namun isi hati orang siapa yang tahu? Tak terkecuali aku, kucing kecil yang sekali mengeong semua dalam genggaman cakarnya. Yang terkadang pula, menganggap dirinya lebih yang ter daripada yang lain. Padahal tak ubahnya, dengan kucing jalanan lainnya. Atau mungkin, kucing jalanlah yang semestinya menerima penghargaan itu. Galak, namun disitulah letak ketangguhannya.

Teman, masih adakah kesempatan untuk kucing polos ini ?

Sekarang dibuat rumit sendiri dengan profesi barunya. Caker. Ya, aku ingin berubah. Bukan menjadi Miss. Perfect yang dikerubungi segudang keberuntungan dan kemudahan hidup. Gadis tercantik, popular, tak lupa setiap lekuknya merupakan impian lelaki. Tidak! Keinginanku hanya satu, tak lebih, mencintai Allah. Karena dengan dua kata itu saja, kita mampu menembus dunia bahkan ruang-ruang ghaib. Meskipun, tak secantik Sarah, tak se padang Pipit, tak sejelita Rara, tak sepandai Hanin, tak sesabar Tya, tak semanis Putri, tak seputih Citra, tak serupawan Ratri, tak setangguh Dian, tak seberani Evi, tak secerdas Icha, tak senekat Aj, tak seramah Mbok Cum, tak sejeli Firda, tak semampai Lasel, tak seimut Nadya, tak sepemaaf Gita, tak semurah senyum Yashinta, tak seanggun Linda, tak sebijak Sophie, dan tak selembut Titis.

Oopz … (jadi, ingat Dimas. Kemarin malam aku bermimpi bertemu dengannya.) !

Kembali ke laptop !

Aku pun tak mau dan tak akan pernah mengijinkan masalah pribadiku menjadi konsumsi publik (ciele … kaya artis aja!).

Teman, tak bermaksud pelit!

Saksikan sendiri! Sekarang banyak orang telah mengakses blogku ini. Betapa malunya aku. Apalagi jika dia mengenaliku.

Teman, tidak tidakkah kau merasa bersalah?

Tapi, aku yakin, Allah Maha Menutupi Aib. Untuk itu, mengapa kita hanya bisa mengetahui dan merasakan apa yang ada dalam diri kita sendiri. Agar lebih empaty.

Teman, cerewet sekali aku!
Baru tadi pagi, saat di kantin bersama restuwa, aku menemukan dan mengakui satu bagian dalam diriku. Salah satu sifatku bisa dibilang juga kepribadianku. Inilah yang menjadi biang keladi seluruh penderitaanku dalam hidupku. Tertutup. Aku tak pernah bisa apalagi ahli dalam mengungkapkan perasaanku. Bagaimana bisa? Memahami gejolak dalam hatipun aku tak mampu. Jikaulah telah pasti apa yang akan terucap oleh bibir, maka akan ada satu ditambah satu juta alasan untuk tetap menggaung hanya dalam hati. Itulah aku! Bahagia hanya terlihat ekspresi menggebu-gebu oleh orang yang melihatnya. Sampai mereka pergi dengan jengkel, karena tak kunjung mereka tahu apa penyebabnya. Bila sedih, aku akan menyepi (sejenis bersemedi gitu …). Karena aku tak ingin terlihat cengeng dengan air mata yang mengalir sendu lewat kedua lipatan mataku. Sekali lagi, ingatlah, itulah aku! Begitu sulit untuk didekati dan bergengsi setingkat professor untuk mendekat. Namun tak usah heran, aku tak akan pernah bisa melepas pikiranku kepada mereka. Mereka yang telah mampu menyentuh hatiku!

Terlalu ada banyak wanita dengan segala embel-embelnya di atas tanah ini. Ada yang rupawan hingga bingung memilihnya, ada pula yang menunggu dengan berputus asa, ada juga yang rela menjual martabatnya demi makhluk bericon playboy, ada saja yang cueknya minta ampyun sampai tak sadar telah disobeknya sebuah hati dan ada yang tak menutup kemungkinan, yang menjaga harga diri mati-matian meski hampir mati. Bilang teman! Aku termasuk kategori yang mana?

Begitu sibuknya aku. Setiap minggu, ada les Bahasa Arab dan Bahasa Dayak ke Mbak Qima, mengajar les ke anak-anak blokku, tambahan ekstrakurikuler Bahasa Jepang dan Tata Busana, juga pengajian rutin. Tak lupa, perbulan, ulangtahun Nad, Citra & Atul, program kerja bulan bahasa, diklat scraf Madaspala, dan oia … 24 Februari. Naudzubillah, tak akan pernah!

Teman, bukannya dendam atau masih ada perasaan! Bukankah kau tahu, tak ada perayaan ulangtahun dalam Islam?

Tidak ada komentar:

kaTa ne sih ??

Orang bilang CINTA itu?



Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.


Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.

Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.


Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.


Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.


Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,

ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,

ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,

Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah,

karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.


Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.


Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,

Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.


Pada akhirnya.

Tuhan dalam segala hikmat-Nya,

meminta kita menunggu,

karena alasan yang penting.


Th 2nd

bRku RaNkLa SiSa iDup aKK


I made this widget at MyFlashFetish.com.

PoeNya KuP inK ??