Jen DuL'e


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Th 2nd 0f 09

Foto saya
KuTha tamBank Kwe LoempuR, uJung oF jaVa, Indonesia
Aku ingin seperti Khadijah, seorang kekasih yang mencintai kekasihnya tanpa syarat. Juga memimpikan seperti Aisyah, seorang gadis yang cerdas bukan main. Mendambakan pula seperti Fatimah, seorang anak yang sangat berbakti. Dan lebih dari itu semua, aku hanya ingin, akan dan selalu menjadi diriku sendiri. Menjadi aku yang berharap untuk mencintai Allah melebihi apapun, siapa dan kapanpun bahkan cinta itu sendiri. Meski aku sadar, aku hanyalah yang tersusun oleh nafsu-nafsu manusiawi. Menjadi aku, yang bagaikan robot otomatis menurut tanpa ampun kepada As-Sunah dan Al-Qur'an. Jikalau dengan begitu belum cukup mampu membuatku mendekati kesempurnaan. Menjadi aku, yang menjabat sebagai budak dan pengikut setia Rasulullah saw. Walaupun aku tidak pernah bisa mengelak jika aku ini hanya seorang anak ingusan. Dari itu semua, mengertikah maka mengertilah, bahwa sesungguhnya aku belum atau tidak sanggup mengartikan aku.

in aNo TheR Weii

BuKand cuMa ngaKu CinTa

Cinta



Tuhan …
Saat aku mencintai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan …
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan …
Ketika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan …
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan …
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai adalah sangat berari
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya


Kamis, 26 Februari 2009

Story of the Lastest Week on February

Sore Kamis ini, hujan masih turun dengan deras, tak ada bedanya dengan yang telah berlalu. Selama 237 hari bersekolah, baru kali ini aku sakit hingga tidak bisa masuk sekolah. Sudah hampir dua bulan aku menjalani semester dua, semuanya berjalan seperti biasa. Aku selalu berangkat pagi petang dan pulang larut sore. Peristiwa minggu lalu sama seperti kemarin malam, tak akan pernah bisa terlupakan.

Seperti kebanyakan anak yang sebagian besar waktunya direlakan untuk berorganisasi, begitupun aku, sibuk! Apalagi bulan ini, aku telah mengikuti empat organisasi sekaligus. Tetapi, peristiwa kemarin malam merupakan peristiwa yang paling menjengkelkan selama pengalamanku berorganisasi. Dipermalukan di depan khayalak umum sudah barang wajar bagiku.

Seperti sore dimusim penghujan lainnya, hujan turun tiada henti. Tidak seperti biasanya, tenggorokanku sedang sakit dan tak enak badan. Tapi Mufti memaksaku menuju rumah Mbak Qima sepulang dari rumah Mas Zulfin dalam rangka menjenguk. Padahal itu sudah larut malam (sekitar maghrib). Aku tidak suka dan terbiasa pulang selarut itu. Sepanjang perjalanan menuju rumah Mbak Qima, aku memarahinya tanpa henti. Aku sudah tidak kuat lagi menanggung tubuhku yang semakin lama semakin dingin dan ngilu. Tapi Mufti masih memaksaku untuk pulang setelah maghrib. Aku sudah capek memintanya pulang. Tak pernah aku ingin, tiba-tiba air mataku meleleh. Karena tak tega, dengan terpaksa Mufti mengantarkan aku pulang. Akibat dari peristiwa itu, aku sakit demam dan batuk akut.


Nah, kalau cerita yang satu ini beda lagi. Hari minggu kemarin, aku memarahi Ayah habis-habisan tanpa henti. Aku selalu saja menyakiti kedua orangtuaku tanpa henti, baik Ayah maupun Ibu. Aku merasa sangat bersalah. Ketika aku hendak meminta maaf, tetapi Ayah justru mengulurkan tangannya terlebih dahulu. Tanda permohonan maafnya sebagai seorang Ayah kepada anaknya yang kurang ajar. Kasihan lelaki tua itu, begitu pemaaf hatinya, meskipun berperangai keras.

Dua bulan ini, aku hidup tanpa genggaman setan (handphone). Semuanya menjadi terasa sulit. Tetapi justru dengan itulah, aku merasa hidup bebas. Saat memandangi teman-temanku yang hidupnya terpaku dengan handphone, seperti SMS-an, dengerin musik, browsing dan yang lainnya, aku tidak lagi merasa iri seperti tiga tahun silam.

Semua hal di dunia ini pasti mengandung resiko, pasti ada untung ruginya. Begitupun dengan jalan yang aku tempuh sekarang ini. Hidup sendiri dan terus menyendiri. Di satu sisi aku merasa tenang dan lega seperti tanpa ada beban dosa. Tetapi, tentu banyak orang yang akan sulit menghubungiku. Seperti peristiwa di GOR kemarin. Memang bukan salah siapapun, mungkin aku yang OON. Saat tertipun kemarin di GOR, aku melihat semua kenanganku ketika les berenang. Bersama Pak Nasir dan Pak Abidin, kolam renang bertingkat, lompatan, kamar mandi yang gelap, taman yang dihubungkan dengan kolam, tempat duduk berundak dan masih banyak lagi. Ternyata, semua itu masih ada, masih sama, tak berubah!

Tidak ada komentar:

kaTa ne sih ??

Orang bilang CINTA itu?



Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.


Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.

Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.


Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.


Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.


Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,

ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,

ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,

Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah,

karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.


Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.


Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,

Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.


Pada akhirnya.

Tuhan dalam segala hikmat-Nya,

meminta kita menunggu,

karena alasan yang penting.


Th 2nd

bRku RaNkLa SiSa iDup aKK


I made this widget at MyFlashFetish.com.

PoeNya KuP inK ??