Jen DuL'e


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Th 2nd 0f 09

Foto saya
KuTha tamBank Kwe LoempuR, uJung oF jaVa, Indonesia
Aku ingin seperti Khadijah, seorang kekasih yang mencintai kekasihnya tanpa syarat. Juga memimpikan seperti Aisyah, seorang gadis yang cerdas bukan main. Mendambakan pula seperti Fatimah, seorang anak yang sangat berbakti. Dan lebih dari itu semua, aku hanya ingin, akan dan selalu menjadi diriku sendiri. Menjadi aku yang berharap untuk mencintai Allah melebihi apapun, siapa dan kapanpun bahkan cinta itu sendiri. Meski aku sadar, aku hanyalah yang tersusun oleh nafsu-nafsu manusiawi. Menjadi aku, yang bagaikan robot otomatis menurut tanpa ampun kepada As-Sunah dan Al-Qur'an. Jikalau dengan begitu belum cukup mampu membuatku mendekati kesempurnaan. Menjadi aku, yang menjabat sebagai budak dan pengikut setia Rasulullah saw. Walaupun aku tidak pernah bisa mengelak jika aku ini hanya seorang anak ingusan. Dari itu semua, mengertikah maka mengertilah, bahwa sesungguhnya aku belum atau tidak sanggup mengartikan aku.

in aNo TheR Weii

BuKand cuMa ngaKu CinTa

Cinta



Tuhan …
Saat aku mencintai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan …
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan …
Ketika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan …
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan …
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai adalah sangat berari
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya


Jumat, 30 Januari 2009

13 orang di Angka (tan) Puber

Teman, bukankah kau tahu, betapa kurang ajarnya aku kepada-Nya?
Tapi, masih pula Allah mempermudah perjalanan kami (Mimid dan aku) ke rumah Sa’diyah. Gadis sepantaran yang putus sekolah dengan hidup tak menentu.
Alasan apa lagi yang membuatku malas belajar?

Apa yang kau remehkan dari film kartun, teman?
Memang sangat konyol. Namun, Spongebob telah mengajariku tentang ketulusan hati. Tak pernah marah sekalipun, loyalitas kepada siapapun. Juga, yang menjadi citra dirinya, pekerja keras. Begitu pun, Doraemon. Meskipun, tak logis, tapi dikenalkannya bagaimana cara bermimpi itu. Tak lupa, Jimmy Newtron yang berkepala buku.

Lihat teman! Apa yang kau lihat dari diriku ini? Masih setiakah kau membacanya?
Sekilas, mereka lihat dan rasakan, aku adalah gadis lemah –yang- lembut. Tapi, tak pernah diketahuinya, kerasnya hatiku. Dengan ketidak restuan orang-orang terdekat, aku mendaki gunung yang terjal dan berbatu. Meski tulang pulang terasa patah bahkan daging telah memar, di bawah hujan deras, aku terus melangkah. Melangkah mendapat apa yang aku impikan selama ini. Sesuatu yang luar biasa. Itu ada dalam Madaspala.

Begitu bangganya, saat scraf biru itu dikenakan di leherku.

Tahukah teman? Itu bukan yang sembarang yang dijual di emperan jalan! Bukan slayer biasa!

Terlalu keras untuk ku ceritakan

Terlalu dahsyat untuk ku kulupakan

Kaya lagu ajah. Penasaran enggak?

Saking derasnya hujan, baru menggerakkan kaki sejauh 2km, kami berhenti di salah satu tempat. Tapi, perjalanan tak boleh dihentikan, karena beberapa teman lelaki menemukan sejenis serangga beracun. “Scorpion”, Mas Ganda bilang. Sampailah waktu menjelang maghrib, tenda seadanya harus dibuat, begitupun dengan makan malam. Malam itu terasa sangat dingin, jika kita berucap, keluarlah asap dalam mulut kita, kaya di tv2 gitu. Baju belum sempat ganti, tibalah waktu tidur. Aku megap-megap, menggigil kedinginan. Ingin rasanya berbagi penderitaan dengan teman-teman. Keesokan harinya, kami berjalan lebih jauh lagi, kira-kira lebih dari 5 km dengan bobot tas mencapai lebih dari 5 kg. Sungguh mengelus dada! Materi navigasi, sungguh melelahkan. Telat 3 jam, bukan karena teman-teman tak pandai menggunakan kompas. Apalagi ketika hujan tak berhenti mengguyur awak saat sore hari. Tidak hanya punggung yang menjadi korban, tangan yang tak pernah bekerja pun kena sasaran menggotong mayat hidup, melewati jalan yang berliku tajam. Baru menutup mata sehela nafas, berteriaklah mereka, “Bangun … bangun … !”. Tanpa protes, seadanya dan seikhlasnya, kami menyusuri sungai. Sungai yang lebarnya hampir 3 meter dengan kedalaman hampir sedada. Bukan hanya itu, sungai di Kaliputih tidaklah datar dengan arus yang biasa-biasa saja. Sungguh malam yang mengerikan! Barang biasa mungkin, push up di sungai puluhan kali, menghabiskan suara tenggorokan, menantang gelap, berselimut dingginnya malam, merendah diri untuk dihina dan dicaci maki, mengunjungi makam dan menyusuri jalan terpal berbatu. Seusai sholat subuh, tibalah kami pada acara puncak. Main air di sungai. Asyik bukan buatan kan, teman? Berlumuran sekujur tubuh, menirukan model sponsor coca cola dan kembali melawan arus sungai. Berkali-kali kami roboh. Bergandengan tangan mengekang persatuan. Mental benar-benar diuji. Yang paling aku takutkan, laba-laba, menghalangi jalanku. Aku menangis untuk sekian kali tantangan. Aku benar-benar takut. Akhirnya, tibalah aku di danau yang hampir menenggelamkan aku. Semua senior menghampiriku, memegang seluruh tubuhku, mencelup-celupkannya di air, berulang kali. Bak jemuran, sambil puluhan kali berseru sekeras pita suara bergetar, “Aku cinta Madaspala”.
Apa lagi yang bisa kau katakan, kecuali hebatnya ekstrakurikulerku itu?

Diklat Outdoor Madspala

Bukan lagi 15 peserta didiklat indoor yang lalu pada angkatan ke 15. Tapi, berganti personil menjadi 13 orang :

  1. Wedhak (Welek Ndadak)
  2. Babi (Bukan Anak Biadab)
  3. Ramires (Rai Miring Ora Beres)
  4. Jingga (Dijinjing Menganga)
  5. Sandro (Sangar Deso Rodo)
  6. Embun (Endek Lemu Mbundeli)
  7. Simbe (Sangat Ireng Mblekenek)
  8. Eco (Elek Congok)
  9. Landu (Langganan Dugem)
  10. Gospel (Goblok Sangar Pele)
  11. Buntet (Buntelan Entut)
  12. Mocin (Modal Cinta)
  13. Semi (Seneng Minggat)

Dibalik semua kelelahan itu, alam menghibur kita dengan caranya sendiri. Mungkin dia hanya ingin bilang, “Apa aku kurang begitu indah sampai kau harus menyakiti kami?”. Jika malam datang, bertandanglah ke gunung, dengan mata juga mata batin, pandanglah ke daerah pemukiman penduduk kota, “Subhanallah, lebih indah dari kelap-kelip kota Paiton”. Kota yang menjadi setting palsu cerpenku.

Tidak ada komentar:

kaTa ne sih ??

Orang bilang CINTA itu?



Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.


Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.

Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.


Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.


Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.


Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,

ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,

ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,

Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah,

karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.


Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.


Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,

Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.


Pada akhirnya.

Tuhan dalam segala hikmat-Nya,

meminta kita menunggu,

karena alasan yang penting.


Th 2nd

bRku RaNkLa SiSa iDup aKK


I made this widget at MyFlashFetish.com.

PoeNya KuP inK ??